Mulai Ronda Lagi di Komplek Perumahan

Satu bulan belakangan ini, kami mulai lagi untuk ronda setelah sekian lama aktivitas ini tidak di lakukan. Entah apa yang membuat banyak pencuri mulai giat mengancam mereka yang lengah, namun yang jelas, mereka menyebabkan warga merasa resah sehingga kami harus melakukan sesuatu untuk memberikan rasa nyaman terhadap keluarga maupun tetangga di sekitarnya.

Tetangga yang kehilangan barang

Beberapa kali, tetangga kehilangan barang bahkan pada saat mereka ada di rumah. Ada saja orang yang tega mengambil barang orang lain tanpa memikirkan bahwa barang tersebut sangat dibutuhkan. Kurangnya kesadaran dan minimnya lapangan kerja menyebabkan banyak orang mengambil jalan pintas dengan cara mencuri.

Hal itulah yang sedang kami rasakan di komplek perumahan tempat tinggal kami. Walaupun di komplek ini sudah sejak dahulu sering kali dimasuki oleh pencuri, namun sebagian besar waktu yang kami lalui aman-aman saja tanpa pernah mengalami kejadian yang tidak mengenakkan tersebut.

Namun tampaknya pencurian akhir-akhir ini mulai marak terjadi, mungkin karena desakan ekonomi atau karena membutuhkan uang, banyak pencuri yang mulai berkeliaran.

Setelah diadakan rapat oleh ketua RT yang diikuti oleh beberapa tokoh masyarakat, akhirnya beliau-beiau ini mengambil kesimpulan untuk menggilir setiap kepala keluarga agar bisa ronda atau jaga malam setidaknya seminggu sekali.

Walaupun menyita waktu dan tenaga yang, namun inilah satu-satunya cara untuk menjaga agar perumahan tetap aman. Karena perumahan tempat kami tinggal masih belum memiliki tembok yang memisahkannya dari perkebunan.

Oh ya, sebenarnya kami tinggal di perumahan yang di sekelilingnya ada kebun tebu sehingga sangat potensial bagi pencuri untuk bisa masuk dan kabur tanpa meninggalkan jejak.

Malam pertama ronda

Sebelumnya saya sendiri tidak pernah ikut rondah pada malam hari untuk menjaga keamanan kampung atau untuk menjaga keamanan komplek perumahan. Bersama beberapa bapak-bapak yang lain, sayapun memutuskan untuk keluar rumah dan ronda mulai dari pukul 23.00.

Sayang sekali, malam pertama ini saya lalui dengan mata yang terasa berat karena ngantuk. Mungkin ini adalah efek karena tidak terbiasa melek hingga larut malam atau karena efek makan kekenyangan.

Lebih-lebih, saya bukanlah penggemar kopi yang katanya dapat memberikan bantuan untuk tetap bersemangat dan untuk memacu jantung agar kita tetap terjaga. Tanpa itu, saya hanya bisa mengandalkan smartphone untuk bertahan.

Sesekali kami yang ronda berkeliling untuk melihat kondisi di beberapa gang. Namun walaupun tidak terlalu dibutuhkan karena hampir di setiap jam ada pos jaga, tetap saja aktivitas tersebut sangat membantu terlebih untuk menghilangkan rasa kantuk.

Udah malam yang dingin dan nyamuk

Udara malam yang dingin tentu saja membuat kita merasa malas dan enggan untuk melewatkan malam di luar ruangan. Namun untung saja, ada beberapa bapak-bapak yang melemparkan candaan hangat untuk memancing gelak tawa kami. Tidak hanya itu, obrolan-obrolan seru juga membuat kami akhirnya mampu bertahan menjaga keamanan kampung sepanjang malam.

Disamping rasa kantuk dan rasa dingin, satu lagi yang sering kali membuat kita merasa enggan untuk keluar rumah dan nongkrong adalah nyamuk. Rasanya, tanpa HIT Obat Nyamuk seperti yang saya andalkan di rumah, kegiatan ronda sangat menyebalkan terlebih karena di sekitar pos tersebut ada banyak semak belukar yang sudah pasti disukai oleh serangga terutama nyamuk.

Tidak heran apabila sepanjang malam sambil ngobrol dan membalas pesan di smartphone saya pun sibuk dan selalu waspada untuk menghindari gigitan nyamuk.

Bukan apa-apa, selain menimbulkan rasa gatal, tentu kamu sudah pasti tahu bahwa ada beberapa nyamuk yang membawa penyakit tertentu seperti demam berdarah. Dan demam berdarah merupakan penyakit yang paling banyak ditemukan saat ini karena sekarang sedang musim hujan.

Musim hujan memang selalu identik dengan berbagai penyakit. Dan salah satunya adalah yang dibawa oleh nyamuk. Bahkan salah satu warga juga bercerita bahwa di gang tempat mereka tinggal ada yang sudah terkena DBD. Tidak pelak hal tersebut membuat saya merasa harus waspada. Walaupun tidak ada obat nyamuk, saya beruntung karena menggunakan celana panjang dan baju lengan panjang sehingga nyamuk tidak bisa mudah menggigit kulit.

Kami selalu berharap malam-malam yang dingin dan dipenuhi dengan nyamuk tersebut bisa segera berlalu. Terlebih, kegiatan ronda ternyata membuat mata terasa sangat ngantuk di siang hari. Sehingga, banyak kegiatan dan pekerjaan yang terbengkalai atau bahkan tidak terselesaikan karena kurangnya konsentrasi.

artikel ini didukung oleh promescent spray

0