Bagi sebagian kamu, mungkin sudah tidak asing dengan istilah food combining. Tapi sebenarnya, masih banyak juga yang masih awam dengan istilah ini. Apa yang dimaksud dengan food combining?

Sederhananya, food combining adalah kombinasi berbagai jenis makanan sumber: protein, karbohidrat, lemak, dan lain-lain. Makanan makanan tersebut akan dicerna secara bergiliran berdasarkan kandungannya.

Menurut ahli kesehatan, ada makanan yang boleh dikonsumsi secara bersamaan, namun ada juga makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara bersamaan karena tidak akan diproses secara maksimal oleh sistem pencernaan.

Apabila tidak diproses secara maksimal, sisa-sisa makanan (limbah) tersebut akan menjadi sampah dalam metabolisme tubuh. Limbah tersebut dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Mulai dari penyakit kanker, diabetes pengentalan darah, hingga stroke.

Itulah sebabnya mengapa food combining tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan perlu pengetahuan khusus. Terutama soal makanan dan kandungannya serta teori sistem pencernaan.

Bagaimana Cara Menyusun Food Combining yang Benar?

Masyarakat Indonesia sendiri mengadopsi pola makan sehat (food combining) yang di formulasikan oleh Dr. William Howard Hay (1990).

Menyusun food combining yang tepat

Agar bisa memaksimalkan fungsi sistem pencernaan, kita dianjurkan untuk memperhatikan kandungan-kandungan kanan yang kita konsumsi. Untuk masyarakat Indonesia, seorang ahli gizi asal Belanda bernama Jan Dries, telah menyusun metode food combining yang cocok untuk kita.

Pada dasarnya, Ada 5 unsur yang dibutuhkan oleh tubuh diantaranya adalah:

Pati (karbohidrat) sebagai sumber energi

Pati bisa kita dapatkan dari produk alami seperti beras, beras merah, umbi-umbian (ubi dan lain-lain), serta biji-bijian. Sedangkan sumber Pati non-alami bisa didapatkan dari kerupuk, roti, kue dan/atau biskuit.

Gula

Gula dan pati adalah dua sumber energi. Namun memiliki perbedaan molekul. Dimana molekul gula lebih pendek sehingga lebih cepat dicerna dan lebih cepat habis, dibandingkan dengan pati yang berasal dari nasi atau gandum.

Sumber gula diantaranya adalah: gula alami seperti gula pasir dan gula merah, gula buatan, sirup, selai, buah-buahan kering maupun segar yang manis, madu, dan lain-lain

Lemak

Lemak juga bisa dijadikan sebagai energi. Hanya saja, proses mengubah lemak menjadi energi lebih sulit dibandingkan dengan pati dan gula. Selain itu, lemak juga sulit dicerna. Itulah sebabnya mengapa setelah makan lemak kita cenderung merasa kenyang lebih lama.

Namun alasan tersebut jugalah makanan jenis ini tidak dianjurkan dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Protein

Protein banyak dibutuhkan untuk pertumbuhan dan untuk membentuk otot. Sumber protein yang paling mudah dicerna adalah protein hewani (daging merah seperti daging sapi, kerbau, rusa, dll), kemudian daging ayam tanpa kulit, telur, ikan, dan kacang-kacangan (nabati).

Asam

Ini adalah unsur makanan yang bisa mempengaruhi makanan lain apabila dikombinasikan.

Resep food combining

  • Protein + lemak
  • Pati + lemak
  • Gula + asam
  • Lemak + asam
  • Protein nabati
0